Monday, June 17

WORKSHOP PENGUATAN KARAKTER BERBASIS MOTIVATOR

0

SMK Negeri 1 Tampaksiring kembali menggelar workshop pada  Kamis, 29 September 2022. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian  Program SMK Pusat Keunggulan khususnya dalam hal peningkatan pembelajaran. Adapun program SMK PK ini berfokus pada pengembangan SDM SMK dengan paradigma baru yang terintegrasi untuk bisa mengimbas ke sekolah lain dengan insentif bantuan fisik dan nonfisik. Selain itu, program ini juga menyertakan pelatihan guru kejuruan, kurikulum via pembelajaran dengan paradigma baru, serta digitalisasi sekolah.

Kegiatan workshop yang diselenggarakan di aula SMK Negeri 1 Tampaksiring kali ini mengambil tajuk “Penguatan Karakter Berbasis Motivator”.  Workshop ini dibuka oleh Kepala SMK Negeri 1 Tampaksiring, yaitu Bapak I Nyoman Sujana, S.Pd, M.Pd. dan dihadiri oleh seluruh dewan guru. Dalam sambutannya beliau meminta seluruh peserta agar terus  semangat dan antusias mengikuti pelatihan sebab ke depan kegiatan sejenis akan terus dilaksanakan. “Kita belum setengah jalan, siapkan tenaga dan pikiran untuk terus belajar demi peningkatan kualitas pembelajaran.” tegas beliau.

Workshop yang dimulai pukul 08.00 Wita ini menghadirkan narasumber Bapak Mohamad Kurniawan, S.T. Beliau merupakan Koordinator Divisi Marketing & Communication dari Gerakan Sekolah Menyenangkan atau yang lebih dikenal dengan istilah GSM. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Gerakan Sekolah Menyenangkan merupakan gerakan akar rumput yang mempromosikan dan membangun kesadaran guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan pendidikan untuk membangun ekosistem sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar ilmu pengetahuan dan keterampilan hidup agar anak-anak menjadi pembelajar yang adaptif, mandiri, tangkas, dan cepat menghadapi perubahan dunia yang sangat cepat dan tak menentu.

Selama pelatihan seluruh peserta tampak sangat bersemangat dan antusias mengikuti kegiatan karena Bapak Iwan selaku narasumber mengemas materi dengan penuh keseruan sehingga belajar menjadi begitu menyenangkan. Di akhir pelatihan beliau mengingatkan kepada para guru akan pentingnya tiga hal yakni belajar, berbagi, dan berkolaborasi. Dalam mendorong transformasi dunia pendidikan Indonesia, GSM berangkat dari Perubahan pola pikir pendidikan menuju paradigma Revolusi Industri 4.0. Titik awal ini meliputi perubahan pola pikir guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan untuk membangun ekosistem pendidikan yang positif dan berfokus pada pengembangan karakter siswa. Dengan demikian, siswa akan menginternalisasi nilai-nilai kemanusiaan sebagai bekal menghadapi masa depan di era Revolusi Industri 4.0.

Share.