Bagaimana jika bumi tiba-tiba berguncang hebat? Lalu, percikan api mulai membakar sudut sekolah? Kepanikan nyata ini disimulasikan di SMKN 1 Tampaksiring pada Jumat, 21 Agustus 2026 pagi. Kegiatan ini merupakan langkah mitigasi bencana yang krusial, bukan sekadar formalitas tahunan. Simulasi gempa bumi sekaligus pelatihan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang sigap menghadapi bahaya nyata.
Begitu sirene darurat berbunyi, seluruh warga sekolah dengan sigap berlindung di bawah meja seraya melindungi kepala menggunakan tas. Setelah situasi dirasa aman, guru segera mengarahkan para siswa untuk menuju ke titik kumpul secara tertib. Selain simulasi gempa, siswa diberi edukasi pemadaman api menggunakan APAR. Di sini, para siswa belajar langsung cara cepat menjinakkan kobaran api, sebuah praktik mandiri yang sangat membantu melatih kesiapan mental mereka saat menghadapi kondisi darurat.
Latihan menghadapi bencana di sekolah merupakan hal penting yang wajib dilaksanakan demi keselamatan bersama. Melalui praktik langsung ini, SMKN 1 Tampaksiring membuktikan bahwa kesiapan menghadapi bahaya harus disimulasikan secara nyata, bukan sekadar dipelajari sebagai teori di dalam kelas. Kegiatan berkala inilah yang menjadi kunci agar seluruh warga sekolah selalu siap siaga sekaligus membentuk karakter siswa yang waspada dan responsif dalam bertindak.

